Archive for Juli 2013

Fungsi dan jenis Obeng

Obeng adalah perlengkapan untuk memutar sekrup yang digunakan sebagai pengencang maupun pengendur berbagai komponen.
Sebetulnya jenis obeng yang banyak digunakan terbagi menjadi  tiga jenis , yaitu: 

1. Obeng kembang bermata sekrup silang;
2. Obeng pipih atau plat bermata sekrup pipih;
3. Obeng sok dengan ujung sekrup bulat dan persegi.

Tapi yang banyak diketahui, satu jenis obeng hanya memiliki satu fungsi. Ini bisa dilihat dari satu mata sekrup pada satu obeng. Namun sekarang ada obeng yang memiliki kelengkapan mata sekrup berbeda. Mata sekrup ini bisa dibongkar-dipasang sesuai kebutuhan. Berbagai model obeng sebagai berikut:



1. OBENG RATCHET 
Bentuknya mirip pistol. Gagangnya bisa menyimpan mata sekrup. Dilengkapi tiga sekrup seperti kembang, pipih, dan sok. Untuk mengganti sekrup, cukup bongkar-pasang bagian ujung obeng. Dengan sistem ratchet --penyetelan dan pemasangan satu arah-- pekerjaan bisa cepat tuntas. Kelemahannya, bagian penyetelan cepat aus.


2. OBENG ELEKTRIK
Alat pemutar sekrup memakai tenaga elektrik. Jadi, Anda tak perlu mengeluarkan banyak tenaga. Cukup pencet tombol start, alat pun bekerja. Alat ini dibantu oleh batere yang bisa diisi ulang. Kelengkapannya berupa mata sekrup kembang dan plat. Beratnya 1,2 kg, dengan daya rata-rata 7,2volt. Kelemahannya, batere cepat lemah jika keliru mengisi ulang.



3. OBENG FLEKSIBEL 
Desainnya unik, berbentuk seperti pulpen. Anda bisa menjepitkannya di saku baju. Dilengkapi oleh dua mata sekrup: kembang dan pipih. Anda bisa menggunakan kedua sekrup secara bergantian sesuai kebutuhan. Caranya, ganti sekrup secara bolak-balik. Kelemahannya, bagian penjepit mudah kendur atau lepas.





4. OBENG BERBADAN LENTUR 
Anda kesulitan memutar sekrup di bagian sudut lemari? Obeng berbadan flesksibel ini solusinya. Badannya besi lapis chrome vanadium yang mudah dilekuk-lekuk seperti rotan. Kelengkapan mata sekrup: kembang, plat, dan sok. Yang satu sekrup juga ada. Kelemahannya, untuk objek yang keras tak begitu kuat.

5. OBENG GAGANG STABIL 
Bentuknya seperti hutuf “T”, memudahkan Anda menggenggamnya dan lebih stabil. Badan dari besi lapis chrome vanadium. Gagangnya dari plastik. Kelengkapan mata sekrup: kembang, sok, dan pipih. Kelemahannya, gagang mudah pecah atau retak jika objek terlalu keras.






6. OBENG BERMAGNET
Ujung mata obeng memiliki magnet untuk menarik sekrup yang jatuh. Ada dua pilihan bentuk: yang berbadan panjang dan yang kecil. Yang panjang mudah menjangkau objek. Gagangnya dari karet dan bertekstur kotak-kotak, sehingga tak licin. Yang kecil untuk objek yang sulit dijangkau oleh tangan. Agar tak mudah lepas, gagang plastik dibuat lekukan garis lurus.






7. OBENG AKSESORI 
Khusus untuk memutar sekrup yang melekang dari benda-benda aksesori, seperti kaca mata, arloji, dan handphone. Kelengkapan sekrup: kembang dan pipih. Badan dari besi, dan gagang dari plastik. Kelemahannya, gagang plastik mudah retak.
Jumat, 05 Juli 2013

Proses kerja mesin bubut

Proses pembubutan adalah salah satu proses pemesinan yang mengunakan pahat dengan satu mata potong untuk membuang material dari permukaan benda kerja yang berputar. Pahat bergerak pada arah linier sejajar dengan sumbu putar benda kerja seperti yang terlihat pada gambar. Dengan mekanisme kerja seperti ini, maka Proses bubut memiliki kekhususan untuk membuat benda kerja yang berbentuk silindrik. 


Benda kerja dipegang (dicekam) pada poros spindel dengan bantuan chuck yang memiliki rahang (jaw) pada salah satu ujungnya, yaitu pada pusat sumbu putarnya, sementara ujung lainnya dapat ditumpu dengan center yang lain. 

Gerak rotasi benda kerja akan menghasilkan gerak potong, sementara pahat yang dibawa oleh eretan pada arah translasi sejajar dengan sumbu spindel dan sumbu putar benda kerja akan menghasilkankan gerak makan.  

Mesin bubut dirancang terutama untuk dapat membuat benda kerja dengan bentuk dasar silindrik, misalnya membuat poros silindrik, poros kerucut (tirus), lubang silindrik dan membuat ulir. Di samping mampu membuat benda kerja silindrik, mesin juga juga mampu mengerjakan bentuk-bentuk lain, seperti meratakan permukaan dan proses knurling
 
 Kemampuan Yang Dapat Dilakukan Oleh Mesin Bubut


Jenis jenis pembubutan yang bisa dikerjakan mesin bubut
1. Pembubutan tepi (facing)
Pengerjaan benda kerja terhadap tepi penampangnya atau tegak lurus terhadap sumbu benda kerja.

2. Pembubutan silindris (turning)
Pengerjaan benda kerja dilakukan sepanjang garis sumbunya. Baik pengerjaan tepi maupun pengerjaan silindris posisi dari sisi potong pahtnya harus terletak senter terhadap garis sumbu dan ini berlaku untuk semua proses pemotongan pada mesin bubut.

3. Pembubutan alur (grooving)
Pembubutan yang di lakukan di antara dua permukaan.

4. Pembubutan tirus (chempering)
Adapun caranya sebagai berikut :
• Dengan memutar compound rest
• Dengan menggeser sumbu tail stock
• Dengan menggunakan taper attachment.

5. Pembubutan ulir (threading)
Bentuk ulir didapat dengan cara menggerinda pahat menjadi bentuk yang sesuai dengan menggunakan referensi mal ulir (thread gauge). Atau bisa juga menggunakan pahat tertentu ukurannya yangsudah di jual di pasaran, biasanya untuk ulir-ulir standar.

6. Drilling
Membuat lubang awal pada benda kerja

7. Boring
Memperbesar lubang pad benda kerja.

8. Kartel (knurling)
Membuat profil atau grif  pegangan pada benda kerja seperti pada pegangan tang,obeng agar tidak licin.

9. Reaming
Memperhalus lubang pada benda kerja.
 

Proses keja Mesin Bubut

Ada tiga proses yang dihasilkan oleh mesin bubut diantarnya adalah:
1. Proses Kerja Mesin Bubut
Gerak potong dilakukan oleh benda kerja secara rotasi sedangkan gerak makan dilakukan oleh pahat secara translasi.

2. Input Dari Proses Mesin Bubut
Penggerak dari mesin bubut adalah motor listrik. Daya menjadi transmisi diteruskan transmisi I dan II.
Daya yang diteruskan melalui transmisi I akan menggerakan spindle, cekam dan benda bekerja.
Sedangkan daya yang diteruskan pada transmisi II, diubah menjadi gerak translasi oleh poros pembawa.

3. Output Dari Proses Mesin Bubut
Proses dari mesin bubut menghasilkan :
a. Benda kerja yang sudah dibentuk sesuai dengan keinginan.
b. Geram (sisa hasil pemotongan).
 
 
 
 Sumber: http://www.kuliah.file-edu.com/
Rabu, 03 Juli 2013

Cara menggunakan Tubing cutter

Alat pemotong pipa ada 2 macam yaitu tubing cutter dan gergaji (hacksaw). Yang perlu diperhatikan pada saat memotong pipa adalah jangan sampai kotoran-kotoran masuk dalam system waktu memotong pipa. Untuk memotong pipa dengan tubing cutter, pipa dimasukan antara  roller dan  cutting whell. Tightening knop berfungsi untuk menyesuaikan dengan diameter pipa yang dipotong.

 Tubing Cutter
Bila roda pemotong ditukar dengan roda penekan yang tumpul, maka fungsi tubing cutter akan berubah menjadi memperkecil ujung diameter pipa, sehingga dapat disambung dengan pipa yang lebih kecil.
 Cara potong pipa

Semoga bermanfaat
Selasa, 02 Juli 2013

Teknik Pengelasan

Mengelas adalah salah satu cara menyambung dua bagian logam ara perrnanen dengan menggunakan tenaga panas. Tenaga panas ini diperlukan untuk mencairkan bahan dasar yang akan disambung dan kawat las sebagai bahan pengisi. Setelah dingin dan membeku, terbentuklah ikatan yang kuat dan permanen.

Dalam konstruksi yang rnenggunakan bahan baku logam. hampir sebagian besar sambungan-sambungannya dikerjakan dengan cara pengelasan. Sebab dengan cara ini dapat diperoleh sambungan yang lebih kuat dan lebih ringan dibanding dengan keling. Di samping itu, proses pembuatannya lebih sederhana.


Dewasa ini teknologi pengelasan telah berkembang begitu pesat lebih dan 40 Jenis pengelasan telah dikenal orang dan digunakan dalam praktek penyambungan logam. Karena begitu banyaknya jenisjenis pengelasan maka dibuatlah kiasifikasi. Menurut cara pelaksanaan sambungannya, proses pengelasan dikiasifikasikan menjadi:

(1) las lumer (las cair)

(2) las tahanan listrik

(3) solder atau brazing



A. LAS LUMER (LAS CAIR)

Pada proses las cair bahan dasar dan kawat las dipanaskan hingga keduanya mencair dan berpadu satu sama lain. Untuk jenis-jenis sambungan tertentu las cair ini kadang-kadang tidak diperlukan kawat las, sehingga yang dicairkan hanyalah bagian bahan dasar yang akan disambungkan saja.


Cara Pengelasan yang termasuk las cair

1. Las gas

Las gas adalah cara pengelasan di mana panas yang digunakan untuk pengelasan diperoleh dan nyala api pembakaran bahan bakar gas dengan oksigen (zat asam). 
Bahan bakar gas yang biasa digunakan pada pengelasan gas adalah gas asetilin (gas karbit). Untuk pekerjaan yang tidak memerlukan suhu terlalu tinggi digunakan jenis gas lain, misalnya propan, gas alam (methan) dan LPG(Liquid 
Petroleum Gas). Gas-gas tersebut mempunyai nilai panas yang lebih rendah dari gas asetilin.


Las gas yang menggunakan bahan bakar asetilin lebih populer disebut las asetilin atau las oksi-asetilin atau las karbit.


Las asetlin

Las asetilin (las karbit) adalah cara pengelasan dengan menggunakan nyala api yang didapat dari pembakaran gas asetilin dan oksigen (zat asam).


Seperti halnya cara pengelasan yang lain, las asetilin digunakan untuk menyambung dua bagian logam secara permanen. Dalam penyambngan dua logam ini, dapat dilakukan tanpa bahan pengisi atau dengan tambahan bahan pengisi. Hal ini bergantung pada ketebalan pelat yang disambungkan dan jenis sambungan yang diinginkan.


Selain digunakan untuk menyambung dan menyolder, las asetilin dipaki juga untuk pemotongan logam. Untuk pengelasan (menyambung) digunakan pembakar (torch), sedangkan untuk memotong logam digunakan pembakar pemotong (cutting torch).


2. Las listrik

Las listrik atau las busur adalah cara pengelasan dengan menggunakan tenaga listrik sebagai sumber panasnya. Beberapa macam proses las yang termasuk pada kelompok las listrik adalah :

a.Las listrik elektroda karbon

b.Las listrik dengan elektroda berselaput

c.Las listrik TIG (Tungsten Inert Gas)

d.Las listrik MIG (Metal Inert Gas)

e.Las listrik busur rendam (Submerged)


B. LAS TAHANAN LISTRIK

Las tahanan listrik adalah cara pengelasan dengan menggunakan tahanan (hambatan) listrik yang terjadi antara dua bagian logam yang akan disambungkan. Cara pengelasan ini digunakan pada las titik, las tekan atau las roll.


C. SOLDER ATAU BRAZING

Penyolderan adalah cara penyambungan logam dibawah pengaruh penyaluran panas dengan bantuan logam menyambung (solder) yang mempunyai titik lebur lebih rendah daripada logam yang akan disambingkan. Pada proses solder atau brazing, hanya bahan penyambungannya saja yang dicairkan, sedang bahan dasarnya dipanaskan sampai suhu cair bahan penyambungan tersebut.


Sebagai alat pemanas untuk penyolderan ini dapat digunakan pipa hembus, pemanas listrik, atau alat pembakar yang biasa digunakan dalam las gas (las asetilin). Pelapisan permukaan (mempertebal permukaan) termasuk juga proses pengelasan, bahan pelapis yang dilapiskan pada permukaan benda dapat berupa kawat las atau serbuk las.


Dari beberapa cara pengelasan yang disebutkan di atas, yang akan dibahas lebih mendalam pada buku ini adalah:

1.Las gas, lebih khusus lagi las asetilin, termasuk cara pemotongan dengan las asetilin dan brazing.

2.Las listrik, khususnya las listrik dengan elektroda berselaput.

Kedua cara pengelasan ini lebih luas pemakainya, mudah penggunaannya, dan relatif murah peralatannya dibanding cara pengelasan lain.

Cara Kerja Chain Hoist

Dengan munculnya revolusi dalam teknologi ada memiliki beberapa atau modifikasi lain di mesin yang berbeda yang kita gunakan tetapi cara dasar berfungsi tidak dapat diubah. Ada begitu banyak hal yang ada di dunia ini yang fungsi dapat disempurnakan dan dimodifikasi sampai batas tertentu tetapi Anda tidak bisa mengubahnya sangat. Satu hal sehingga dapat terdaftar adalah Chain Hoist.

Sebuah hoist adalah perangkat yang digunakan untuk mengangkat atau menurunkan beban melekat padanya dengan sarana roda mengangkat atau gendang. Pencabutan beban dilakukan dengan tali atau kawat yang mengitari roda atau drum. Roda atau drum dapat menggunakan listrik untuk operasi atau dalam beberapa kasus mungkin juga dapat dioperasikan secara manual. Seiring dengan drum dan kawat, yang lain bagian integral dari hoist adalah media lifting yang digunakan. Para media mengangkat berbeda yang digunakan adalah rantai, serat atau tali kawat. Kail juga tersedia di mana beban terpasang.
Salah satu jenis yang paling umum digunakan di seluruh dunia adalah hoist Chain Hoist. Jenis yang umum digunakan adalah dioperasikan secara elektrik. Dalam hal ini jenis hoist, rantai yang digunakan sebagai media angkat. Berikut ada rantai tertutup yang membentuk lingkaran yang akhirnya mengangkat beban. Katrol juga dilampirkan dengan hoist untuk mengangkat beban. Sejumlah katrol kecil dan besar ditemukan dalam rantai kerekan.
Untuk meningkatkan beban, rantai harus ditarik. Ketika ditarik, katrol besar menarik lebih rantai dari apa yang dibutuhkan oleh sisi yang lebih kecil memfasilitasi awal prosedur mengangkat. Berbagai bidang aplikasi rantai hoist terdiri dari industri besar yang manufaktur dan konstruksi.

Kerja dari rantai hoist dapat dipahami dari hal-hal berikut:
  • Menggunakan gigi untuk melipatgandakan kekuatan.
  • Sebuah rantai hoist ketika dioperasikan dengan tangan membutuhkan operator untuk menarik rantai lingkaran cahaya di samping.
  •  Ini ternyata mekanisme gigi dalam untuk mengubah rantai katrol.
  • Ketika katrol ini berubah, itu menimbulkan rantai berat yang biasanya memiliki pengait di ujungnya.
  • Dengan menarik rantai lingkaran cahaya, manual hoist sebenarnya mampu meningkatkan kekuatan yang sedang diterapkan oleh rantai berat.
  • Hal ini disebabkan oleh rasio gigi dalam manual chain hoist.
  • Pekerjaan mekanik yang dilakukan oleh operator adalah sama dengan kerja yang dilakukan oleh rantai angkat berat
Prosedur yang ditetapkan juga dapat diotomatisasi dengan menggunakan Rantai dioperasikan secara elektrik Hoist. Jadi menyederhanakan banyak beban kerja angkat.

Cara mengoperasikan gerinda tangan

Gerinda tangan adalah salah satu alat yang paling sering digunakan dalam proses produksi metalworking. Mesin gerinda tangan akan sangat bermanfaat bila digunakan sesuai dengan prosedur yang aman. Bila cara aman menggunakannya tidak dipenuhi, risiko yang akan muncul sangat besar karena alat ini menggunakan prinsip putaran mesin yang tinggi. Nah, untuk mengurangi risiko terjadinya kecelakaan kerja saat mengoperasikan mesin gerinda tangan, ada baiknya mengikuti standar prosedur pemakaian mesin gerinda tangan.

Perlengkapan Keamanan Pribadi

Sebelum menggunakan mesin gerinda tangan, pakailah perlengkapan pengaman pribadi. Hampir semua cedera akibat kecelakaan penggunaan mesin gerinda tangan adalah mengenai kepala. Karena itu gunakanlah pelindung kepala yang full-face dan transparan untuk meminimalisir risiko cedera parah. Usahakan sebaiknya rambut tidak panjang, bila memang panjang, ikat kebelakan dan dimasukkan ke dalam topi.
Pakai alat penutup telinga untuk mengurangi suara bising saat pengerjaan menggunakan mesin gerinda tangan. Usahakan menggunakan alat penutup telinga yang sudah terstandarisasi secara teknis dan medis untuk mengurangi suara bising yang dapat didengar telinga manusia.
Pakai sepatu pengaman saat proses grinding berlangsung. Sepatu yang dipakai adalah sepatu yang tidak mudah terbakar dan pada bagian jemari kaki dilindungi oleh lapisan sepatu yang lebih kuat.
Kenakan pakaian operator yang benar. Pakaian yang digunakan adalah pakaian yang cukup tebal dan menutupi semua bagian tubuh. Hindari pakaian yang longgar karena dapat mengakibatkan baru gerinda yang lepas atau pecah masuk ke dalam kolong baju.
Gunakan sarung tangan yang menutupi semua bagian tangan. Pastikan sarung tangan yang dipakai nyaman dan Anda tetap dapat dengan cepat menyentuh tombol OFF disaat yang diperlukan.

Inspeksi Mesin Gerinda Tangan

Selain persiapan pengamanan pribadi, hal yang perlu dilakukan adalah pemeriksaan mesin itu sendiri. Pastikan jack cable terpasang dengan sempurna pada stop kontak. Bila menggunakan terminal stop kontak pakailah stop kontak dengan dudukan berbentuk lingkaran pada masing-masing stop kontaknya.
Sama seperti alat listrik lainnya, mesin gerinda juga berisiko mengalami korsleting bila arus listrik mengalir dengan tidak sempurna.
Sesuaikan batu gerinda yang akan dipakai. Penggunaan batu gerinda yang salah juga dapat mengakibatkan kerusakan pada mesin. Dan bukan hanya mesin rusak, risiko cedera juga akan meningkat.
Batu gerinda yang digunakan juga harus dalam kondisi baik atau prima. Periksa kondisi gerinda harus dalam bentuk yang simetris. Bila batu gerinda asimetris akan mengakibatkan pecah pada putaran tinggi.
Perhatikan posisi kabel saat mengerjakan proses menggerinda. Karena bila tidak bisa mengakibatkan kabel terpotong dan mengalami korsleting sehingga akan menghambat pekerjaan Anda.

Cara Menggerinda dengan Aman

Saat proses menggerinda, posisikan badan dengan nyaman dan aman. Selalu gunakan kedua tangan untuk memegang mesin.
Jangan menekan mesin terlalu keras ke benda kerja, karena akan mengakibatkan mesin bekerja dengan berat. Biasanya ini dikarenakan batu gerinda yang tidak tajam. Dengan begitu daya listrik yang dipakai akan lebih besar. Ini akan menjadi sebuah kerugian bagi Anda sebagai pengusaha.
Gunakanlah batu gerinda yang tajam, berkualitas prima dan anti selip. Maka proses pengerjaan akan menjadi lebih efisien, hemat listrik, dan hemat waktu.
Perhatikan jarak aman material yang digerinda dengan tanah. Jadi saat material dipotong tidak jatuh terlalu tinggi dari posisi pemotongan yang dapat mengakibatkan cedera kaki.
Arahkan percikan api dengan benar dan jauh dari orang di sekitar Anda. Beberapa material mungkin tidak menghasilkan percikan api saat proses menggerinda, namun sisa potongan kecilnya tetap berbahaya karena panas dan dapat mencederai orang disekitar Anda. Setiap mesin gerinda pasti terdapat petunjuk arah berupa tanda panah yang menunjukkan kemana arah buang percikan api.
Jangan ambil risiko menggunakan batu gerinda yang asal murah. Perhatikan kualitasnya, karena ini sangat berpengaruh terhadap hasil kerja dan efisiensi waktu dan daya.

Penyimpanan dan Perawatan Mesin Gerinda

Setelah selesai menggerinda, tunggu sampai batu gerinda berhenti total. Kemudian letakkan mesin gerinda di permukaan yang datar dengan batu gerinda berada diatas (mengarah ke atas). Ini untuk mengantisipasi bila mesin tidak sengaja menyala, maka batu gerinda yang berputar tidak mengenai benda apapun.
Cabut kabel mesin dari stop kontak bila sudah tidak akan digunakan lagi dalam jangka waktu lama atau saat sedang mengganti batu gerinda.


Sumber: http://primerateknik.com

Cara Kerja Spray Gun

Sudah banyak aplikasi finishing pengecatan menggunakan spraygun serta banyak macamnya dari spray gun yang terdapat di pasaran sesuai dengan fungsinya masing-masing. Untuk spray gun pada dasarnya ada 3 kontrol utama.

(1) Pengatur Volume Bahan Finishing
Kontrol untuk mengatur besar kecilnya jumlah bahan yang keluar dalam sekali tekan atau semprot. Knob adalah yang mengatur jarak lubang nozzle dengan jarum nozzle ketika posisi pelatuk spray gun di tekan. Jarak itulah yang membuat udara bertekanan menarik bahan finishing keluar.
Memutar knob tersebut ke kiri (berlawanan arah jarum jam) akan memperbesar jarak jarum nozzle sehingga bahan finishing lebih banyak keluar. Tekan pelatuk hingga menyentuh batasnya (penting sekali dalam setiap penyemprotan) lalu putar knob pada saat yang sama searah jarum jam untuk mengatur jumlah bahan finishing.

(2) Pengatur Jumlah Udara Keluar
Pengatur jumlah udara yang keluar seperti biasanya terletak disamping spray gun dan memiliki fungsi untuk mengatur udara yang keluar dalam sekali tekanan pelatuk. Udara yang memiliki tekanan akan keluar melalui ujung spray gun dan akan bercampur dengan bahan finishing serta menjadi partikel yang kecil. Arah dan ukuran bahan yang bercampur udara tadi diatur oleh lubang angin di ujung spray gun (Air Horn). Knob ini pula yang mengatur lebar dan arah semprotan.
Dasar pengaturannya sama dengan Pengatur Bahan Finishing.
(3) Pengatur Tekanan udara
Pengaturan tekanan udara adalah control terakhir yang bisa dilakukan pada saat mengatur semprotan terakhir. Kontrol ini untuk mengatur besar kecilnya tekanan udara yang masuk dari spray gun. Jika tekanan semakin kecil yang digunakan maka semakin besar bahan yang di capai.
 
Bentuk Spray Gun
Ada beberapa jenis spray gun yang memiliki desain berbeda walaupun cara kerjanya sama. Setiap jenis barang memilki fungsi yang berbeda masing-masing memiliki kelebihan.
Tabung di bawah pistol: biasa disebut HVLP (High Volume Low Pressure), alat ini paling banyak digunakan untuk aplikasi base coat yang menuntut jumlah bahan lebih banyak.
Gravity spray gun: Tabung terletak diatas spray gun, biasanya digunakan untuk finishing akhir (top coat) dengan viscositas lebih tinggi.
Senin, 01 Juli 2013

Cara Pengeboran Keramik Dinding

Langkah 1 Menentukan Posisi Keramik Yang Akan di bor
Tentukan titik keramik yang akan di buat lubang bor. Ukur dengan teliti titik as yang akan dibor . Beri tanda silang sebagai pusat daerah yang akan di bor

Langkah 2 Penempatan piring-non slip panduan ke keramik
Tempatkan piring anti slip panduan ke daerah yang benar pada keramik  siap untuk menerima mata bor

 Langkah 3 Slot bor ke piring panduan siap untuk membentuk lubang di keramik
Tempatkan mata bor ( jenis mata bor berlian) atau holesaw ke dalam lubang ukuran yang benar dari pelat bor dan tekan bor melawan ubin porselen keramik  lainnya lik granit atau marmer. Untuk memudahkan, terlebih dahulu basahi mata bor dengan mencelupkannya ke dalam air maka ini membantu untuk mendinginkannya. Perlahan lakukan pengeboran bor selama antara lima dan sepuluh detik tetapi tidak lebih.  Hal ini ditujukan supaya mata bor tidak cepat panas

Langkah 4 Lepaskan bor untuk mengekspos lubang kecil pada keramik
Jika Anda menghapus bor dan pelat panduan anti slip dari dinding, anda akan melihat  sebuah lubang kecil pada permukaan keramik.   Hal ini juga akan sama untuk ubin marmer, granit worktops, travertine, batu tulis, keramik dan banyak bahan keras lainnya. Pada titik ini anda bisa membuang piring panduan (piring bor) karena tidak lagi diperlukan. Mata bor akan duduk kembali dengan mudah ke dalam arena dan tidak ada pilot drill diperlukan lagi.

Langkah 5 Tempatkan bor berlian kembali ke keramik  porselen untuk lubang bor
Tempatkan mata bor  kembali ke keramik porselen dan kunci ke tempatnya tanpa sliping. Hal ini sangat aman untuk mengebor lubang pada keramik tanpa perlu pelat panduan. Keramik keras termasuk granit, marmer travertine, dan porselen sangat padat dan panas sehingga tentu saja akan dengan cepat terlobangi oleh mata bor berlian menggilingi permukaan keramik. Anda harus mengontrol panas yang terjadi pada  bor keramik anda.

Langkah 6 Tambahkan spons basah untuk mendinginkan bor saat Anda bekerja 
Anda akan membutuhkan spons basah kecil tentang ukuran sabun dan direndam dalam air.  Menggunakan spons untuk mendinginkan mata bor berlian akan mencegah awal bor tersendat putarannya sehingga bisa merusak permukaan keramik di sekitar daerah yang akan dibor. Dalam kontras mata borberlian   jika dibiarkan dingin  akan mudah untuk menggiling lubang pada lapisan keramik. Tapi   hati-hati: Silakan memperlakukan holesaws berlian dengan baik dan hati hati. Bor perlahan-lahan, menghindari panas dan tekanan untuk supaya mata bor than lama.

Langkah 7 Menempatkan spons basah dibawah  bor 
Pegang spons basah BAWAH mata bor untuk mendinginkan mata berlian dsaat anda menjalankan mesin  lubang bor ke keramik.  Ada dua alasan: 1.  Spons benar-benar akan mencegah air mengalir dari bawah ke dinding dan lantai.     Sebaliknya spons basah hanya berisi cukup air untuk mendinginkan bor dan tidak banjir proyek. 2.  Spons basah bertindak  untuk menangkap debu  yang dipancarkan dari keramik.  Dengan memegang spons  segala sesuatu  yang keluar  dari lubang pengeboran  dapat ditangkap. Setelah pengeboran selesai, kembalikan spons basah ke ember dan bilas keluar.  Semua bahan dari bor genteng akan terkandung dan mudah untuk dibuang.

Langkah 8 Hasil akhir.
Setelah sekitar 3 menit dari pengeboran pada keramik dengan tebal kira-kira  9mm – 11mm atau bahkan  12mm, dengan lapisan batu yang  sangat keras pada keramik,  dengan holesaw  dengan jenis mata bor berlian akan menghasilkan sebuah lubang chip yang sempurna.
Semoga bermanfaat !!!

Cara kerja Mesin Las Listrik

Sumber tenaga mesin las dapat diperoleh dari:
- motor bensin atau diesel
- gardu induk

Tenaga listrik tegangan tinggi dialihkan kebengkel las melalui beberapa transformator.
Tegangan yang diperlukan oleh mesin las biasanya:
- 110 Volt
- 220 Volt
- 380 Volt

Antara jaringan dengan mesin las pada bengkel, terdapat saklar pemutus.

Mesin las yang digerakkan dengan motor, cocok dipakai untuk pekerjaan lapangan atau pada bengkel yang tidak mempunyai jaringan listrik.




Busur nyala las ditimbulkan oleh arus listrik yang diperoleh dari mesin las.

Busur nyala terjadi apabila dibuat jarak tertentu antara elektroda dengan benda kerja dan kabel masa dijepitkan kebenda kerja.

Mesin las ada dua macam, yaitu:
- mesin las D.C (direct current – mesin las arus searah)
- mesin las A.C (alternating current – mesin las arus bolak-balik)

Pemasangan kabel skunder, pada mesin las D.C dapat diatur / dibuat menjadi DCSP atau DCRP.
- bila kabel elektroda dihubungkan kekutub negative mesin, dan kabel masa dihubungkan kekutub positif maka disebut hubungan polaritas lurus (D.C.S.P)
- pada hubungan D.C.S.P, panas yang timbul, sepertiga memanaskan elektroda dan dua pertiga memanaskan benda kerja.

Berarti benda kerja menerima panas lebih banyak dari elektroda.

- bila kabel elektroda dihubungkan kekutub positif mesin, dan kabel masa dihubungkan kekutub negative maka disebut hubungan polaritas terbaik (D.C.R.P)




catatan:
DCSP = direct current straight polarity
DCRP = direct current revers polarity

- pada hubungan D.C.R.P, panas yang timbul, dua pertiga memanaskan elektroda dan sepertiga memanaskan benda kerja. Berarti elektroda menerima panas yang lebih banyak dari benda kerja
- kapan dipergunakan D.C.R.P, tersebut?
Ini tergantung pada :
- bahan benda kerja
- posisi pengelasan
- bahan dan salutan elektroda
- penembusan yang diinginkan

Pada mesin las A.C, kabel masa dan kabel elektroda dapat dipertukarkan tanpa mempengaruhi perubahan panas yang timbul pada busur nyala.

 

Keuntungan-keuntungan pada mesin D.C antara lain:
- busur nyala stabil
- dapat menggunakan elektroda bersalut dan tidak bersalut
- dapat mengelas pelat tipis dalam hubungan DCRP
- dapat dipakai untuk mengelas pada tempat-tempat yang lembab dan sempit

Keuntungan-keuntungan pada mesin A.C, antara lain:
- busur nyala kecil, sehingga memperkecil kemungkinan timbunya keropos pada rigi-rigi las
- perlengkapan dan perawatan lebih murah

Besar arus dalam pengelasan dapat diatur dengan alat penyetel, dengan jalan memutar handle menarik atau menekan, tergantung pada konstruksinya.





Besar ampere yang dihasilkan mesin dapat dilihat pada skala ampere.


Contact

untuk info lebih lanjut bisa hubungi:
081311109302 / 02130024528

Yenny / Karya Abadi Teknik
LTC Glodok Lantai GF 2 C28 No. 6
Jl. Hayam wuruk, Jakarta
email : yenny_karyaabadi@yahoo.com
Diberdayakan oleh Blogger.

Followers

- Copyright © news - Powered by Blogger - Designed by KAT -